Profil YBLI

GAL88_0035Membentang di garis khatulistiwa, perairan laut Nusantara menopang aneka kehidupan hayati. Lautan tropis seluas 5,8 juta km2 menutupi hamper 70% dari sekitar 7,8 juta km2 wilayah Indonesia Samudera raya itu bersentuhan langsung dengan 17.480 pulau besar dan kecil yang membentuk bibir pantai tropis sepanjang 95.186 km.

Perpaduan unik antara letaknya di pinggang bumi, variasi iklim dengan interaksi lintasan arus dua samudera menjadikan bentang laut Nusantara kaya akan keanekaragaman sumberdaya ikan dan lingkungannya. Ragam ekosistem bisa dijumpai, mulai dai ekosistem pantai, muara, mangrove, laut terbuka, padang lamun, terumbu karang hingga laut teluk.

Dengan panjang garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Kanada, tersebar sekitar 4,5 juta hektar ekosistem mangrove yang membentengi daratan dari gempuran ombak. Selain itu, ekosistem yang ditumbuhi vegetasi Rhizophora, Avicennia, dan Sonneratia ini menjadi habitat bagi dua alam peralihan antara laut dan daratan. Di daratan, tumbuhan bakau menjadi rumah bagi burung air, amphibi dan reptilia. Bagi hewan akuatik, perairan mangrove menjadi tempat pemijahan dan asuhan untuk kelangsungan hidupnya.

Pada kedalamannya, laut Indonesia memendam hamparan terumbu karang yang ditempati lebih dari 500 spesies dari 70 genera terumbu karang. Taman air dangkal ini membentuk relung-relung ekologi yang didiami ratusan ikan karang, alga, crustacea, moluska, mamalia dan reptilia laut. Komunitas biota laut dan terumbu karang ini berpadu membentuk surga bawah laut yang indah.

Berdampingan dengan ekosistem terumbu karang, terserak hampir sekitar 12 juta hektar ekosistem  padang lamun. Ekosistem tumbuhan berbunga ini ibarat belantara laut yang dihuni sedikitnya 12 jenis lamun dari tujuh marga. Disini hidup bermacam biota air dari moluska, krustacea, cacing hingga ikan. Duyung dan Dugong-dugong adalah mamalia laut yang hidupnya sangat tergantung pada kehadiran lamun. Hampatan lamun yang luas juga berfungsi sebagai penyaring sedimen dari daratan dan pelindung pantai.

Kekayaan hidupan laut yang melimpah itu sekaligus menyimpan keanekaragaman sumberdaya ikan. Artinya, plasma nutfah perairan masih berpotensi besar untuk bisa dimanfaatkan secara lestari di masa depan. Di sisi lain, seiring dengan melimpahnya keanekaragaman hayati beserta fungsi ekologis yang diembannya, secara tidak langsung mintakat perairan mengisyaratkan sebuah tantangan besar. Selain bermanfaat bagi kehidupan bangsa selama ratusan tahun, laut juga sedang menghadapi tekanan hebat dari dua sisi, dari kawasan daratan berupa polusi dan limbah sedangkan di perairan berupa illegal fishing dan destructive fishing. Hal ini menuntut tanggungjawab bersama dari semua pihak agar tekanan terhadap sumberdaya kelautan dapat diminimalkan.  Dalam kerangka tersebut, peran pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan Lembaga swadaya masyarakat (LSM) mesti berjalan secara sinergis agar pengelolaan sumberdaya kelautan dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan yang berkelanjutan bagi kehidupan warga bangsa.  

Dalam rangka mengemban amanah yang mulia, Yayasan Bina Laut Indonesia sebagai salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  di Sulawesi Tenggara hadir untuk melakukan langkah-langkah cerdas yang dimulai dari satuan wilayah yang lebih kecil dalam konteks ke-Indonesiaan.

  • VISI:

Pengelolaan sumberdaya kelautan, pesisir dan pulau-pulau kecil secara optimal dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.

  • MISI:
  • Mendorong terwujudnya penataan ruang di wilayah laut, pesisir dan pulau-pulau kecil di Provinsi Sulawesi Tenggara
  • GAL88_0076Mendorong terwujudnya harmonisasi kebijakan, hokum, dan perundang-undangan di wilayah laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil di tingkat pusat dan daerah
  • Memperbaiki system pengelolaan pesisir dan lautan untuk keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian sumberdaya dan lingkungan
  • Membangun model konservasi sumberdaya ikan melalui upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan jenis dan habitat
  • Meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat pesisir dan pulau-pulau kecil

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *